Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Desember 2011
Ada gula ada semut, ada virus, ada anti virus...gak nyambung ya?? gak papa sech, yang penting bisa ketawa.

Mau bilang benar atau tidak, virus saat ini menjadi suatu permasalahan yang sering sekali menjadi penggangu dalam hidup mausia, mau itu virus penyakit bagi manusia, tumbuhan, hewan, dan tidak luput pula peralatan elektronik kita terutama peralatan PC, Leptop, dan berbagai jenis turunan dan saudaranya yang lain.

Berbagai pula jenis penyakit PC yang dialami akibat virus. Data hilang, Kinerja peralatan yang super lemot, nongol tiba-tiba secara tidak diinginkan, dan banyak jenis ganngguan penyakit lainnya.

Terus-terusan menggunakan kata berbagai, ganti pelbagai juga boleh kali ya....

Pelbagai anti virus pula yang ditawarkan untuk mengobati injeksi virus yang brengsek itu. Nah, anti viruspun bagi pengguna elektronik yang gak jago seperti saya sering kali mengalami permasalahan. Pernah anti virus ini menjadi perusak juga, kurang ajar tuh anti virus, ada juga yang berat, membuat penggunaan PC saya menjadi amat bangat sangat lemot. Da juga yang mengalami permasalahan dalam meng updatenya. Gagal separoh jalan paling ngeselin sering saya jumpai. Maklumlah penggunaan modem yang lemot dan ilmu yan terbatas.

Ngomong-ngomong update, ni dia inti dari posting ini. Kebetulan saya udah mulai bosen nulisnya. lansung ya.

Da temen yang jago komputer nawarin anti virus yang katanya banyak kelebihan, Microsoft security essential nama anti virus itu, emang lumaya enak sech, cara updatenyapu gampang dan cepat, namun yang dipasang di PC saya nggak mau di update otomatis, selalu gagal sebelum ter update komplit. untung saja ada alternatif lainnya, yaitu update manual. Nih link buat update manualnnya, caranyapun tersedia di link ini. selamat mencoba dan selamat menikmati.heee

http://www.microsoft.com/security/portal/Definitions/ADL.aspx




Rabu, 14 Desember 2011
SURAT KETERANGAN PENGHASILAN ORANG TUA
 (BAGI YANG BUKAN : PEG. NEGERI/ABRI/POLRI PENSIUNAN)

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
Nama                                             : Syahran
Alamat                                           : Jl. Lintas Timur, Desa Batu Ampar, Kec. Kemuning, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau
Usia                                               : 59
Pekerjaan                                       : Tani
Jumlah tanggungan keluarga         : 3 Orang
Penghasilan/bulan                          : Rp. 1.500.000 – Rp. 2.500.000

Surat keterangan ini diberikan untuk melengkapi persyaratan administrasi permohonan beasiswa bagi:
Nama Mahasiswa                          : Dodi Normansyah
Alamat                                           : Jl. Ir. H. Djuanda, Komp. Inhu Tani 1, Blog I, No. 5, Kel. Cipayung, Kec. Ciputat, Kab. Tangerang Selatan
Fakultas                                         : Sains dan Teknologi
Jurusan/Program Studi                  : Agribisnis
Nomor Induk Mahasiswa              : 108092000020
Semester                                        : VII (Tujuh)

Semoga surat keterangan ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Batu Ampar,      Desember 2011
Orang Tua Mahasiswa


SYAHRAN

Jumat, 09 Desember 2011




Siaut bin sialan..
Dalam 1 minggu 2 kali ketilang, hanya berbeda daerah,satu di Riau yang satu lagi di Jakarta. Kejadian kedua ini terjadi di daerah bundaran HI menuju monas, dengan sialnyta motor yg sedang melambat karena ada lampu merah di suruh berhenti ma pak pol.
Tanpa basi basa pak pol lansung berkata, kenapa tidak nyalakan lampu, teman saya yang mengendarapun dengan gugupnya lansung menyalakan lampu. Negosiasi penilanganpun berlansung. Seperti yang dialami para korban tilang lainnya, pak pol minta STNK dan SIM, saya yang sedang di gonceng dengan lugunya mengeluarkan STNK dan SIM yang saya miliki. Seperti yang sudah saya kira, pak pol pun lansung menanyakan SIM teman saya yang lagi mengendara. Alamatlah kapal akan tenggelan, teman saya ini tidak memiliki SIM. Dan 3 kali kata “mau ditilang gak?” diulang-ulang. Setelah kata ketiga dan kamipun ditilang. STNK di tahan dan bisa diambil di pengadilan negeri jakarta pusat.
Capek ya baca cerita, tipsnya belum nongol juga,heee. Sebenarnya sayapun bingung dan glabakan ketika berhadapan polisi penilang. Namun dari beberapa kali ketilang mungkin bisa berbagi kalimat yang bisa diucapkan ketika lagi berhadapan dengan situasi penilangan.
Pertama, ketika ditilang pasti ditanya kesalahan, jawab saja tidak tahu, ketika dikasih tau kesalahan, kita harus mengeluarkan alasan atau jawaban yang sepanjang mungkin, sehingga jika ada sedikit kebohongan dalam ucapan anda, akan sulit ditemukan karna pertimbangan kebenaran argumen cenderung di nilai secara keseluruhan.


Kedua, ketika pak pol mengeluarkan kata “ditilang saja ya?”. Inilah saatnya kita menentukan pilihan, mau jujur apa cepat. Kalau mau jujur kita ikuti saja proses penilangan yang tidak begitu ribet namun agak menunggu lama sebelum disidang, kalau mau cepat lansunglah berdehem, maaf pak, bagaimana kalau damai saja, maaf pak, saya bukan orang sini, jadi tidak bisa mengikuti persidangan, atau keluarkan argumen-argumen lainnya. Namun jangan sampai kata-kata “ditilang saja ya?” terulang tiga kali. Itu kalau polisi yang agak sibuk, kalau polisi yang mau duit saja dia tidak akan terlalu menawarkan sidang, walaupun menawarkan itu hanya gertakan saja, yang biasanya ditambahkan dengan ungkapan kalau sidang itu sulit.
Ketiga, kalau polisi membawa buku undan-undang dan disuruh baca, tidak usah pedulikan, karena itu akan memberatkan kita saja, alihkanlah pembicaraan kearah yang lebih penting dan lebih cepat memberikan keuntungan bagi kita. Toh itu urusan hakim atau jaksa bukan polisi.
Keempat, negosiasi denda. Kebanyakan polisi hanya berkepentingan denda bukan kasus yang terjadi. Kalau kita mau cepat, segeralah kita tentukan berapa yang bisa kita bayar, mulailah dari 20.000. dan batasi sampai 50.000 saja. Biasanya polisi yang aneh bin ajaib menanyakan berapa yang bisa anda bayar. Bilang saja hanya bisa bayar 20.000, dan minta bantu polisi untuk pengurusan kepersidangan. Biasanya ia bilang tidak bisa bantu kalau hanya 20.000. kita bisa tambah lagi menjadi 50.000. kalau dia masih berdalih dan menawarkan sidang, kita berpura-pura mikir dulu, lama-lamain ja mikirnya, dan pasnaglah muka ragu. Saya yakin pol yang hanya mentingin duit akan gelisah, ia takut kalau kita mau ikut sidang, dan ia tidak akan dapat apa-apa.
Kala ditanya lagi, bertahanlah disitu, dan iapun akan segera mengatakan yasudahlah.
Selamatlah kita, heee. Ingat, tidak ada polisi yang mau menunggu untuk waktu yang lama dan berujung sia-sia.

Selasa, 29 November 2011


Apessss...Nasib sial melanda ketika hari ke dua pelaksanaan MTQ Provinsi Riau yang diadakan di Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat tepatnya.
Hari itu pelaksanaan lomba kaligrafi cabang dekorasi, dan hari sebelumnya saya telah berlomba dicabang kaligrafi hiasan mushaf.
Dengan menggunakan Pesva tahun 70-an saya melaju dari penginapan kafilah INHU yang ada di DTIE rengat menuju gedung Kesenian tempat pelaksanaan Lomba Kaligrafi cabang Dekorasi. Tanpa mengunakan helm dengan santainya saya menikmati genjotan pesva ditengah sejuknya udara kota Rengat. Belumlah jauh mengendara, di perempatan jalan kedua dari penginapan telah berdiri 2 polisi gagah, setelah melihat dari kejauhan, sayapun berbelok ke jalan lain. Selamatlah sudah hee... jalanan lurus didepan rumah dinas Bupati dan kantor Polres rengatpun saya lalui dengan santai sambil mengobrol kecil dengan teman yang saya bonceng.
Di sinilah keosnya, pertigaan yang hanya 2 gedung sebelum tempat lomba telah menunggu seorang polisi dengan gantengnya.
Introgasi penilanganpun dimulai, tidak perlu dijelaskan lagi, bagi yang berpengalaman pernah ditilang pasti terngiang-ngiang akan kata-kata basi penilangan. Ujung-ujungnya SIM saya ditahan. Dan harus kekantor polisi atau kepengadilan baru bisa diambil.
Setelah melakukan penilangan itu, polisi ganteng inipun pergi dari simpang itu, mungkin karena telah mendapatkan hasil.hee
Dan perjalananpun dilanjutkan.

Ada kata-kata polisi ini yang janggal, dengan lanntangnya berkali –kali polisi ini berkata kalau saya ini adalah pengendara yang terkena kesialan. Katanya saya ini adalah pengendara ketiga yang tidak menggunakan helm selama si polisi berdiri dijalan itu. “Tadinya saya sudah toleransi dengan dua pengendara didepan kamu, dan kamu adalah pengendara ketiga yang terkena kesialan”, speak thos police. Apakah memang begitu hukum itu ya, toleransi dengan pengendara lain dan tidak toleransi dengan pengendara yang ketiga???aneh..
Ada juga hal aneh lainnya di kota Rengat yang jalanannya sepi ini. Razia dijalan itu hanya dilaksanakan pada jam 08.00-09.00. Mantap sekali bukan. Razia hanya formalitas, setelah rentang jam itu, tidak menggunakan helmpun tidak jadi masalah lagi. Buktinya, dari saya tertilang sampai pukul 12 malam saya mengendara tanpa helm, tidak ada masalah sedikitpun. Apakah helm itu hanya diperlukan jam tertentu saja?atau semua ini hanya formalitas.
Kalau saja pengawasan terhadap hukum tentang lalu lintas ini dibuat ketat dan adanya pengawasan, mungkin tidak akan ada yang berani mengendara sepeda motor tanpa helm.
Bagi saya, ini adalah sebuah kesalahan dan harus saya perbaiki, dan bagi mereka, tolong dong jangan Cuma formalitas. Terima kasih

Sabtu, 01 Januari 2011
Koruptor...




Koruptor yang menyesatkan, menggrogoti dan menyengsarakan. 
Dimana-mana hidupnya senang. 
Dikantor senang, dirumah senang, bahkan dipenjarapun bisa senang-senang. 
Enaknya jadi koruptor, jadi maling yang dilindungi negara. 
insyaallah tidak akan tercuil oleh masyarakat. 
Apalagi dikeroyok seperti maling uang seribu yang dihakimi masa.

Wahai para maling berdasi dan berijazah,
liat tuh pemimpin kita, 
mereka malu akan kelakuan kalian.

Harusnya kalian lebih malu lagi ama otak, nafsu, dan muka kalian yang menyesatkan.

Bung, gentel bung...
Akuin dong perbuatan kalian...
Jangan malah menambah orang sesat dengan minta perlindungan hukum dari orang-orang yang juga sesat ketika melihat merahnya duit..